Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah menunggangi seekor kuda, lalu beliau terjatuh sehingga sisi kanan badannya terluka.
Terjemahan
Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah menunggangi seekor kuda, lalu beliau terjatuh sehingga sisi kanan badannya terluka. Lalu beliau mengerjakan salat sambil duduk, sehingga kami pun salat sambil duduk di belakang beliau. Setelah selesai salat beliau bersabda, “Sesungguhnya imam itu dijadikan untuk diikuti, jika imam salat berdiri maka salatlah kalian dengan berdiri, jika imam rukuk maka rukuklah, dan jika imam bangkit berdiri maka bangkitlah. Jika imam membaca, Sami'allāhu liman ḥamidah” maka bacalah “Rabbanā wa lakal-ḥamdu. Dan jika imam salat sambil berdiri maka salatlah sambil berdiri, dan jika imam salat duduk maka salatlah kalian semua sambil duduk.”
📖 Syarah (Ensiklopedia Hadis)
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah menunggangi seekor kuda, lalu beliau terjatuh sehingga sisi kanan badannya terluka, maka beliau pun salat mengimami para sahabat dengan cara duduk dan mereka juga salat dengan cara duduk di belakang beliau. Setelah selesai salat, Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahu...
🔒 Baca syarah & faedah penuh — daftar percuma untuk mula.