Muhrim (orang yang sedang melakukan ihram) memakan binatang buruan yang diburu bukan untuknya dan ia tidak membantu dalam pemburuannya.
Terjemahan
Dari Abu Qatādah Al-Anṣāri -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pergi melaksanakan haji, lalu para sahabat pun ikut bersamanya. Lantas sekelompok sahabat -di antaranya Abu Qatādah- berangkat. Beliau berkata, "Ambillah jalur pantai sampai kita bertemu." Mereka pun menempuh pantai. Setelah rombongan pergi, mereka pun melakukan ihram kecuali Abu Qatādah. Dia tidak melakukan ihram. Saat mereka berjalan, tiba-tiba mereka melihat keledai-keledai liar. Seketika Abu Qatādah menyerang keledai itu lalu menyembelihnya. Kami pun berhenti lalu menyantap dagingnya. Lantas kami bertanya, "Bolehkah kita makan daging buruan padahal kita sedang melaksanakan ihram?" Kami pun membawa sisa dagingnya kemudian bertemu dengan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Kami bertanya mengenai hal itu kepada beliau. Beliau bertanya, "Apakah ada seseorang di antara kalian yang menyuruhnya untuk memburu keledai atau memberi isyarat kepada keledai itu?" Mereka menjawab, "Tidak." Beliau bersabda, "Makanlah sisa dagingnya." Dalam riwayat lain disebutkan, "Apakah kalian membawa sisanya?" Aku jawab, "Ya." Lantas aku menyodorkan lengan atas (keledai) kepada beliau lalu beliau pun menyantapnya."
📖 Syarah (Ensiklopedia Hadis)
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berangkat pada tahun perjanjian Hudaibiyah hendak melaksanakan umrah. Sebelum sampai ke tempat ihram yang dekat dengan Madinah, yaitu Żul Ḥulaifah, beliau mendapatkan berita bahwa musuh telah datang dari arah pantai hendak menyerangnya. Lantas beliau memerintahkan sekelompok sahabat...
🔒 Baca syarah & faedah penuh — daftar percuma untuk mula.