Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila melaksanakan salat, beliau bertakbir saat berdiri, lalu bertakbir ketika rukuk, kemudian mengucapkan, "Sami'allāhu liman ḥamidahu (Allah mendengar orang yang memuji-Nya)" saat mengangkat tul
Terjemahan
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Apabila Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melaksanakan salat, beliau bertakbir saat berdiri, lalu bertakbir ketika rukuk, kemudian mengucapkan, 'Sami'allāhu liman ḥamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya)' saat mengangkat tulang punggungnya dari rukuk. Setelah itu beliau mengucapkan saat berdiri, 'Rabbāna wa laka al-ḥamdu (wahai Rabb kami, segala puji bagi-Mu).' Lantas beliau bertakbir ketika turun, lalu bertakbir saat mengangkat kepalanya. Setelah itu bertakbir ketika sujud lalu bertakbir ketika mengangkat kepalanya. Kemudian beliau melakukan hal itu dalam salatnya seluruhnya hingga menyelesaikannya, dan beliau bertakbir saat berdiri setelah dua rakaat dari duduk (tasyahud)." Selanjutnya Abu Hurairah berkata, "Sesungguhnya aku paling mirip salatnya dengan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dibanding kalian."
📖 Syarah (Ensiklopedia Hadis)
Salat itu seluruhnya merupakan pengagungan kepada Allah dengan ucapan dan perbuatan.Hadis mulia ini mengandung penjelasan syiar salat, yaitu penetapan keangkuhan dan kebesaran bagi Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- semata. Tidaklah Dia menjadikannya sebagai syiar dan tanda melainkan karena salat disyariatkan untuk mengagungk...
🔒 Baca syarah & faedah penuh — daftar percuma untuk mula.