← Kembali
Sunan an-Nasa'i The Book of Cutting off the Hand of the Thief Sahih
أَخْبَرَنِي هِلاَلُ بْنُ الْعَلاَءِ، قَالَ حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ، قَالَ حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَلِكِ، - هُوَ ابْنُ أَبِي بَشِيرٍ - قَالَ حَدَّثَنِي عِكْرِمَةُ، عَنْ صَفْوَانَ بْنِ أُمَيَّةَ، أَنَّهُ طَافَ بِالْبَيْتِ وَصَلَّى ثُمَّ لَفَّ رِدَاءً لَهُ مِنْ بُرْدٍ فَوَضَعَهُ تَحْتَ رَأْسِهِ فَنَامَ فَأَتَاهُ لِصٌّ فَاسْتَلَّهُ مِنْ تَحْتِ رَأْسِهِ فَأَخَذَهُ فَأَتَى بِهِ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَقَالَ إِنَّ هَذَا سَرَقَ رِدَائِي ‏.‏ فَقَالَ لَهُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ أَسَرَقْتَ رِدَاءَ هَذَا ‏"‏ ‏.‏ قَالَ نَعَمْ ‏.‏ قَالَ ‏"‏ اذْهَبَا بِهِ فَاقْطَعَا يَدَهُ ‏"‏ ‏.‏ قَالَ صَفْوَانُ مَا كُنْتُ أُرِيدُ أَنْ تُقْطَعَ يَدُهُ فِي رِدَائِي ‏.‏ فَقَالَ لَهُ ‏"‏ فَلَوْ مَا قَبْلَ هَذَا ‏"‏ ‏.‏ خَالَفَهُ أَشْعَثُ بْنُ سَوَّارٍ ‏.‏

Terjemahan

Telah mengabarkan kepadaku [Hilal bin Al 'Ala`] telah menceritakan kepada kami [Husain] telah menceritakan kepada kami [Zuhair] telah menceritakan kepada kami [Abdul Malik yaitu Ibnu Abu Basyir] telah menceritakan kepadaku [Ikrimah] dari [Shafwan bin Umayyah] bahwa dia melakukan Thawaf di Ka'bah dan melakukan shalat kemudian melipat selendangnya dan meletakkannya di bawah kepala kemudian tidur. Lalu datanglah seorang pencuri kepadanya dan mengambil selendang tersebut dari bawah kepalanya. Shafwan menangkapnya dan membawanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Dia berkata; "Orang ini telah mencuri selendangku. Kemudian Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda kepadanya: "Apakah engkau mencuri selendang ini?" orang tersebut mengatakan; "Ya." Beliau bersabda: "Pergilah bawalah orang ini pergi dan potonglah tangannya." Shafwan berkata; "Saya tidak menginginkan tangannya dipotong karena selendangku." Kemudian beliau bersabda: "Seandainya engkau katakan sebelum ini." Asy'ats bin Sawwar menyelisihi hal ini

Takhrij / SumberRiwayat an-Nasa'i no. 4881

📜 Syarah Hasyiah al-Sindi — al-Sindi Premium

Menyediakan syarah…
muamalat kisah

Keputusan automatik adalah panduan awal. Untuk perkara kritikal, rujuk pakar atau kitab takhrij asal.