← Kembali
Ensiklopedia Hadis (bersyarah) Sahih

Sesungguhnya Allah ﷻ tidak tidur, dan tidak pantas bagi-Nya untuk tidur

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخَمْسِ كَلِمَاتٍ، فَقَالَ: «إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَنَامُ، وَلَا يَنْبَغِي لَهُ أَنْ يَنَامَ، يَخْفِضُ القِسْطَ وَيَرْفَعُهُ، يُرْفَعُ إِلَيْهِ عَمَلُ اللَّيْلِ قَبْلَ عَمَلِ النَّهَارِ، وَعَمَلُ النَّهَارِ قَبْلَ عَمَلِ اللَّيْلِ، حِجَابُهُ النُّورُ -وَفِي رِوَايَةٍ: النَّارُ- لَوْ كَشَفَهُ لَأَحْرَقَتْ سُبُحَاتُ وَجْهِهِ مَا انْتَهَى إِلَيْهِ بَصَرُهُ مِنْ خَلْقِهِ».

Terjemahan

Abu Mūsā -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ berdiri di hadapan kami menyampaikan lima kalimat. Beliau bersabda, "Sesungguhnya Allah ﷻ tidak tidur, dan tidak pantas bagi-Nya untuk tidur. Allah merendahkan al-qisṭ (timbangan) dan mengangkatnya, kepada-Nya amalan malam dinaikkan sebelum amalan siang dan amalan siang sebelum amalan malam. Tirai-Nya adalah cahaya -di dalam riwayat lain, 'Api'- , sekiranya Allah membukanya niscaya sinar wajah-Nya akan membakar seluruh makhluk sejauh penglihatan-Nya."

Takhrij / SumberHR. Muslim

📖 Syarah (Ensiklopedia Hadis)

Nabi ﷺ berdiri menyampaikan khotbah di hadapan para sahabatnya menyampaikan lima kalimat sempurna, yaitu: Pertama: Allah ﷻ tidak tidur. Kedua: Mustahil bagi-Nya tidur, karena kesempurnaan sifat qayyūm dan sifat hidup-Nya. Ketiga: Allah Ta'ala merendahkan timbangan dan menaikkannya beserta semua yang ditimbang berupa am...

💡 Faedah & Pengajaran

  • Penjelasan kemustahilan tidur bagi Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- karena termasuk kekurangan, sementara Dia Maha Suci dari hal tersebut.
  • Allah Ta'ala memuliakan siapa yang Dia kehendaki dan merendahkan siapa yang Dia kehendaki, serta memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki dan menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-Nya.

+ 5 faedah lagi untuk pelanggan

🔒 Baca syarah & faedah penuh — daftar percuma untuk mula.

neraka haji rezeki muamalat quran hukum

Keputusan automatik adalah panduan awal. Untuk perkara kritikal, rujuk pakar atau kitab takhrij asal.