← Kembali
Ensiklopedia Hadis (bersyarah) Sahih

Waktu Zuhur dimulai setelah matahari tergelincir (ke arah barat) sampai bayangan seseorang sama panjang dengan tingginya dan selama belum masuk waktu Asar. Waktu Asar selama matahari belum menguning. Waktu salat Magrib selama mega merah bel

عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما : أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ، قال:«وقت الظهر إذا زالت الشمس وكان ظل الرجل كطوله، ما لم يحضر العصر، ووقت العصر ما لم تَصْفَرَّ الشمس، ووقت صلاة المغرب ما لم يَغِبْ الشفق، ووقت صلاة العشاء إلى نصف الليل الأوسط، ووقت صلاة الصبح من طلوع الفجر ما لم تطلع الشمس، فإذا طلعت الشمس فأمسك عن الصلاة، فإنها تطلع بين قرني شيطان».

Terjemahan

Dari Abdullah bin 'Amru -raḍiyallāhu 'anhumā-, sesungguhnya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Waktu Zuhur dimulai setelah matahari tergelincir (ke arah barat) sampai bayangan seseorang sama panjang dengan tingginya dan selama belum masuk waktu Asar. Waktu Asar selama matahari belum menguning. Waktu salat Magrib selama mega merah belum hilang. Waktu Isya sampai pertengahan malam. Sedangkan waktu Subuh adalah mulai terbit fajar sidik selama matahari belum terbit. Jika matahari terbit maka jangan melakukan salat, karena matahari terbit di antara dua tanduk setan."

Takhrij / SumberDiriwayatkan oleh Muslim

📖 Syarah (Ensiklopedia Hadis)

Hadis Abdullah bin 'Amru -raḍiyallāhu 'anhumā- ini menjelaskan tentang waktu- waktu salat dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-: Pertama: Waktu Zuhur. Salat ini dinamakan Zuhur karena dilaksanakan saat tengah hari, ini adalah pendapat yang paling kuat. Maksudnya awal waktu Zuhur adalah saat matahari tergelinci...

🔒 Baca syarah & faedah penuh — daftar percuma untuk mula.

solat iman keluarga quran hukum fadhail

Keputusan automatik adalah panduan awal. Untuk perkara kritikal, rujuk pakar atau kitab takhrij asal.