← Kembali
Ensiklopedia Hadis (bersyarah) Sahih

Seorang laki-laki dari kalangan Ansar hendak memerdekakan budaknya sepeninggal dirinya.

عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: دَبَّرَ رَجُلٌ مِنْ الأَنْصَارِ غُلاماً لَهُ-، وَفِي لَفْظٍ: بَلَغَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم : أَنَّ رَجُلاً مِنْ أَصْحَابِهِ أَعْتَقَ غُلاماً لَهُ عنْ دُبُرٍ- لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ غَيْرُهُ فَبَاعَهُ رَسُولُ الله بِثَمَانِمِائَةِ دِرْهَمٍ، ثُمَّ أَرْسَلَ ثَمَنَهُ إلَيْهِ.

Terjemahan

Dari Jabir bin Abdillah -raḍiyallāhu 'anhumā- ia berkata, "Seorang laki-laki dari kalangan Ansar hendak memerdekakan budaknya sepeninggal dirinya." -dalam lafal lain disebutkan, "Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendapatkan berita bahwa seorang sahabatnya akan memerdekakan hamba sahayanya sepeninggal dirinya- padahal dia tidak memiliki harta selain budak itu. Lantas Rasulullah menjualnya dengan harga delapan ratus dirham lalu mengirimkan hasil penjualannya kepada sahabat tersebut.

Takhrij / SumberMuttafaq 'alaih

📖 Syarah (Ensiklopedia Hadis)

Seorang laki-laki dari kalangan Ansar mengaitkan kemerdekaan budaknya dengan kematiannya. Padahal dia tidak memiliki harta benda selainnya. (Berita) mengenai hal itu sampai kepada Nabi - ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, maka beliau pun menganggap pembebasan ini sebagai tindakan melampaui batas dan beliau tidak membenarka...

🔒 Baca syarah & faedah penuh — daftar percuma untuk mula.

akhirat akhlak rezeki muamalat hukum

Keputusan automatik adalah panduan awal. Untuk perkara kritikal, rujuk pakar atau kitab takhrij asal.