← Kembali
Ensiklopedia Hadis (bersyarah) Sahih

Berbaiatlah kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak mencuri, tidak berzina

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَكَانَ شَهِدَ بَدْرًا، وَهُوَ أَحَدُ النُّقَبَاءِ لَيْلَةَ العَقَبَةِ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ، وَحَوْلَهُ عِصَابَةٌ مِنْ أَصْحَابِهِ: «بَايِعُونِي عَلَى أَلَّا تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا، وَلاَ تَسْرِقُوا، وَلاَ تَزْنُوا، وَلاَ تَقْتُلُوا أَوْلاَدَكُمْ، وَلاَ تَأْتُوا بِبُهْتَانٍ تَفْتَرُونَهُ بَيْنَ أَيْدِيكُمْ وَأَرْجُلِكُمْ، وَلاَ تَعْصُوا فِي مَعْرُوفٍ، فَمَنْ وَفَى مِنْكُمْ فَأَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ، وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا فَعُوقِبَ فِي الدُّنْيَا فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ، وَمَنْ أَصَابَ مِنْ ذَلِكَ شَيْئًا ثُمَّ سَتَرَهُ اللَّهُ فَهُوَ إِلَى اللَّهِ، إِنْ شَاءَ عَفَا عَنْهُ وَإِنْ شَاءَ عَاقَبَهُ» فَبَايَعْنَاهُ عَلَى ذَلِكَ.

Terjemahan

'Ubādah bin aṣ-Ṣāmit -raḍiyallāhu 'anhu-, salah satu orang yang menghadiri perang Badar dan salah satu tokoh kaum Ansar di peristiwa malam 'Aqabah, meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda sementara di seputar beliau terdapat sejumlah orang sahabatnya, "Berbaiatlah kepadaku untuk tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun, tidak mencuri, tidak berzina, tidak membunuh anak kalian, tidak membuat kebohongan yang kalian ada-adakan, dan tidak membangkang dalam kebaikan. Siapa yang memenuhinya di antara kalian, pahalanya dijamin oleh Allah. Tetapi, siapa yang melanggar satu di antaranya lalu dihukum di dunia, maka hal itu sebagai tebusannya. Siapa yang melanggar satu di antaranya lalu Allah tutupi, maka perbuatannya itu dikembalikan kepada Allah. Jika berkenan, Allah akan memaafkannya. Jika berkenan, Allah akan menyiksanya." Lalu kami berbaiat kepada beliau terkait semua itu.

Takhrij / SumberMuttafaq 'alaih

📖 Syarah (Ensiklopedia Hadis)

'Ubādah bin aṣ-Ṣāmit -raḍiyallāhu 'anhu- termasuk sahabat yang menghadiri perang Badar dan termasuk tokoh perwakilan kaumnya yang melakukan baiat untuk membela Rasulullah ﷺ di malam 'Aqabah yang terletak di Mina -saat Rasulullah ﷺ masih di Makkah sebelum berhijrah ke Madinah-. Beliau meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ sedang du...

💡 Faedah & Pengajaran

  • Menjelaskan isi Baiat 'Aqabah Pertama di Makkah sebelum diwajibkan jihad.
  • As-Sindiy berkata, "Tentang sabda beliau 'pada kebaikan', semua pasti tahu bahwa seluruh perintah beliau adalah baik, bahkan tidak terbayangkan yang sebaliknya. Sehingga maksud sabda beliau 'pada kebaikan' adalah untuk mengingatkan alasan wajib taat, bahwa tidak ada ketaatan kepada makhluk di selain kebaikan dan bahwa taat dalam baiat harus dengan syarat pada kebaikan, tidak bersifat mutlak."

+ 3 faedah lagi untuk pelanggan

🔒 Baca syarah & faedah penuh — daftar percuma untuk mula.

akhlak taubat iman rezeki keluarga muamalat jihad quran hukum fadhail

Keputusan automatik adalah panduan awal. Untuk perkara kritikal, rujuk pakar atau kitab takhrij asal.