← Kembali
Ensiklopedia Hadis (bersyarah) Sahih

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang puasa wiṣāl (puasa terus menerus tanpa ‎berbuka). Orang-orang berkata, “Namun, bukankah anda melakukan puasa wiṣāl?” Beliau ‎bersabda, “Sungguh aku tidak sama seperti keadaan kalian, karena

عن عبد الله بن عمر رضي الله عنهما قال: «نهى رسول الله صلى الله عليه وسلم عن الْوِصَالِ، قالوا: إنك تواصل؟ قال: إني لَسْتُ كَهَيْئَتِكُمْ، إني أُطْعَمُ وَأُسْقَى». وفي رواية أبي سعيد الخدري رضي الله عنه : «فَأَيُّكُمْ أراد أن يواصل فليواصل إلى السَّحَرِ».

Terjemahan

Dari Abdullah bin Umar -raḍiyallāhu 'anhumā- secara marfū', Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang puasa wiṣāl (puasa terus menerus tanpa ‎berbuka). Orang-orang berkata, “Namun, bukankah anda melakukan puasa wiṣāl?”. Beliau ‎bersabda, “Sungguh aku tidak sama seperti keadaan kalian, karena aku diberi makan dan minum. Maka siapa saja dari kalian yang ingin ‎melanjutkan puasa maka hendaklah dia melanjutkannya hingga waktu sahur.”‎

Takhrij / SumberMuttafaq 'alaih

📖 Syarah (Ensiklopedia Hadis)

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang para sahabatnya dari melakukan puasa wiṣāl ‎sebagai bentuk kasih sayang terhadap mereka. Akan tetapi karena kecintaan para sahabat untuk ‎melakukan keutamaan serta perhatian mereka yang sangat besar terhadap apa yang dapat ‎mendekatkan diri kepada Allah, mereka bersemangat d...

🔒 Baca syarah & faedah penuh — daftar percuma untuk mula.

puasa muamalat hukum

Keputusan automatik adalah panduan awal. Untuk perkara kritikal, rujuk pakar atau kitab takhrij asal.